Hari Pertama Ujian Praktik, Siswa Sekolah Puncak Diuji Melalui Shalat Berjamaah
Sekolah Puncak (SMPN 12 Kota Bima) menggelar hari pertama ujian praktik dalam rangka Ujian Akhir Sekolah (UAS) Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Senin (27/4) dengan fokus pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Pada pelaksanaan kali ini, kegiatan ujian dipusatkan pada praktik shalat berjamaah sebagai bentuk penilaian kemampuan siswa dalam memahami dan mengamalkan ibadah secara langsung.
Sejak pagi hari, suasana sekolah tampak lebih religius dan khidmat. Para siswa kelas akhir berkumpul di musala sekolah dengan mengenakan pakaian yang rapi dan sopan. Mereka mengikuti rangkaian ujian praktik secara bergiliran, mulai dari persiapan shalat, pelaksanaan shalat berjamaah, hingga ketepatan bacaan dan gerakan yang dinilai langsung oleh guru penguji.
Dalam ujian praktik ini, siswa tidak hanya dinilai dari hafalan bacaan shalat, tetapi juga dari ketepatan gerakan, kekhusyukan, kerapian saf, serta kemampuan menjadi imam maupun makmum. Beberapa siswa secara khusus ditunjuk untuk mempraktikkan peran sebagai imam, sehingga dapat dinilai kemampuan kepemimpinan serta kefasihan dalam membaca ayat-ayat Al-Qur’an.
Kepala Sekolah Puncak, Syumardi, S.E., menyampaikan, pelaksanaan ujian praktik shalat berjamaah ini bertujuan untuk membentuk karakter religius siswa sekaligus memastikan mereka mampu mengamalkan ajaran Islam dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui ujian praktik ini, kami ingin melihat sejauh mana siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu melaksanakan ibadah dengan benar. Shalat berjamaah menjadi salah satu indikator penting dalam pembentukan karakter disiplin, tanggung jawab, dan kebersamaan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan yang kuat kepada peserta didik, sehingga lulusan yang dihasilkan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik.
Sementara itu, guru penguji mata pelajaran PAI, Rubiah, S.Pd.I., menjelaskan, secara umum pelaksanaan ujian praktik berjalan dengan lancar dan siswa menunjukkan kesiapan yang cukup baik.
“Alhamdulillah, siswa terlihat sudah terbiasa melaksanakan shalat berjamaah. Dari segi bacaan dan gerakan, sebagian besar sudah sesuai dengan tuntunan. Tinggal ada beberapa hal kecil yang kami perbaiki sebagai bahan evaluasi,” ungkapnya.
Menurutnya, ujian praktik ini juga menjadi momen evaluasi bagi guru untuk melihat perkembangan siswa dalam aspek ibadah, sekaligus memberikan pembinaan secara langsung apabila masih terdapat kekurangan.
Wakil Kepala Sekolah (Wakasek), Supriadi, S.Pd., turut menegaskan, pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan guna mendukung kelancaran kegiatan ini.
“Kami telah menyiapkan jadwal, pembagian kelompok, serta teknis pelaksanaan di musala agar ujian berjalan tertib dan kondusif. Pengawasan juga dilakukan secara maksimal agar setiap siswa mendapatkan penilaian yang objektif,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan ujian praktik ini tidak hanya menjadi formalitas semata, tetapi benar-benar memberikan dampak positif terhadap kebiasaan ibadah siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan ujian praktik shalat berjamaah ini berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh kekhusyukan. Para siswa tampak mengikuti setiap tahapan dengan serius, mulai dari berwudhu hingga menyelesaikan shalat. Bahkan di luar jadwal ujian, beberapa siswa terlihat tetap berlatih untuk memperbaiki bacaan dan gerakan mereka.
Dengan dilaksanakannya ujian praktik PAI ini, Sekolah Puncak berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki pemahaman dan pengamalan agama yang baik. Kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang berkarakter, disiplin, dan berakhlak mulia.