Prestasi Melejit! Mr. Yats Kembali Lolos sebagai Penulis Cerita Anak Dwi Bahasa 2026
Kota Bima — Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan di wilayah Kota Bima khususnya di Sekolah Puncak. Salah seorang guru, Mr. Yats, kembali menorehkan prestasi gemilang dengan berhasil lolos sebagai penulis cerita anak dwibahasa Jenjang A dan B1 dalam program yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2026. Ia menjadi salah satu dari 50 peserta terpilih dari lebih dari 230 pendaftar yang berasal dari berbagai daerah di NTB.
Keberhasilan ini bukanlah capaian instan, melainkan hasil dari proses panjang dan konsistensi yang dibangun selama beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2024, Mr. Yats pertama kali terlibat dalam program serupa dan berhasil lolos sebagai penerjemah cerita anak. Pengalaman tersebut menjadi pijakan awal untuk memahami lebih dalam dunia literasi anak, khususnya dalam pengembangan cerita berbasis dwibahasa.
Tidak berhenti di situ, pada tahun 2025 ia kembali mengikuti seleksi dan berhasil naik tingkat sebagai penulis cerita anak. Prestasi tersebut menjadi titik balik yang semakin menguatkan komitmennya dalam dunia kepenulisan, terutama dalam menghadirkan karya-karya yang relevan bagi anak-anak Indonesia.
Memasuki tahun 2026, persaingan semakin ketat dengan jumlah pendaftar yang meningkat signifikan. Meski demikian, Mr. Yats mampu membuktikan kualitasnya hingga kembali terpilih, bahkan berada di antara 50 peserta terbaik. Hal ini sekaligus menegaskan dedikasinya dalam mengembangkan literasi anak berbasis bahasa daerah dan bahasa Indonesia.
Dalam wawancaranya, Mr. Yats mengungkapkan rasa syukur dan perjalanan yang telah ia lalui.
“Perjalanan ini penuh tantangan, tetapi juga sangat bermakna. Dari awal sebagai penerjemah, saya belajar bagaimana menyampaikan pesan dengan tepat dalam dua bahasa. Ketika menjadi penulis, saya mulai menggali kreativitas untuk menghadirkan cerita yang dekat dengan dunia anak-anak. Dan di tahun ini, saya merasa lebih tertantang untuk menghasilkan karya yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan budaya,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatannya dalam program ini membuka wawasan baru tentang pentingnya literasi sejak usia dini.
“Anak-anak membutuhkan bacaan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membangun karakter dan memperkenalkan identitas budaya mereka. Melalui cerita dwibahasa, kita bisa menjembatani hal tersebut sekaligus menjaga bahasa daerah tetap hidup,” tambahnya.
Menurutnya, proses seleksi yang diikuti cukup ketat, mulai dari pengiriman naskah, penilaian kualitas cerita, hingga kesesuaian dengan kaidah bahasa dan kebutuhan pembaca anak. Ia juga menekankan pentingnya disiplin dalam menulis dan terus belajar dari berbagai sumber.
Keberhasilan ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Sekolah, Syumardi, S.E. Ia menyampaikan rasa bangga atas pencapaian yang diraih oleh salah satu tenaga pendidik di sekolahnya.
“Prestasi yang diraih oleh Mr. Yats merupakan kebanggaan bagi kami semua. Ini adalah bukti bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan kemauan untuk terus belajar, guru di daerah pun mampu bersaing dan berprestasi,” ungkap Syumardi.
Ia juga berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi guru-guru lain untuk terus mengembangkan diri.
“Kami berharap ini menjadi inspirasi bagi seluruh guru untuk tidak berhenti berinovasi, terutama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan literasi. Dunia pendidikan saat ini membutuhkan guru yang tidak hanya mengajar, tetapi juga mampu berkarya dan memberikan kontribusi nyata,” tambahnya.
Lebih lanjut, Syumardi menilai, keterlibatan guru dalam kegiatan literasi seperti ini akan berdampak positif terhadap siswa.
“Ketika guru aktif menulis, secara tidak langsung mereka juga akan menularkan semangat membaca dan menulis kepada siswa. Ini sangat penting dalam membangun budaya literasi di sekolah,” jelasnya.
Prestasi Mr. Yats juga diharapkan dapat membawa dampak lebih luas, tidak hanya bagi sekolah, tetapi juga bagi masyarakat sekitar. Kehadirannya sebagai penulis cerita anak dwibahasa diharapkan mampu memperkaya bahan bacaan yang kontekstual, menarik, dan mudah dipahami oleh anak-anak.
Ke depan, Mr. Yats berkomitmen untuk terus mengembangkan kemampuan menulisnya dan berkontribusi lebih besar dalam dunia literasi.
“Saya ingin terus belajar dan menghasilkan karya yang bermanfaat. Harapannya, cerita-cerita yang saya tulis bisa menjadi teman belajar sekaligus hiburan bagi anak-anak, serta membantu mereka mencintai bahasa dan budaya mereka sendiri,” tutupnya.
Dengan pencapaian ini, Mr. Yats tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga menjadi contoh nyata bahwa dedikasi dan konsistensi dalam berkarya dapat membuka peluang besar di tingkat nasional.
Link Pengumuman
https://www.facebook.com/share/p/18cHebj3Hn/