Sekolah Puncak Kembali Tidak Bisa Laksanakan Upacara Bendera Karena Hujan

Sekolah Puncak, 3 Februari 2025 – Sekolah Puncak (SMPN 12 Kota Bima) kembali mengalami kendala dalam melaksanakan upacara bendera yang seharusnya dilakukan setiap Senin pagi. Kali ini, hujan deras yang mengguyur kawasan sekitar sekolah membuat upacara tersebut terpaksa dibatalkan.
Kepala Sekolah Puncak, Bapak Muhamad Ali Akbar, S.Pd., menyampaikan bahwa keputusan untuk membatalkan upacara bendera bukanlah hal yang mudah, namun cuaca ekstrem yang terjadi tidak memungkinkan bagi para siswa dan guru untuk melaksanakan kegiatan tersebut dengan aman.
“Setiap Senin, upacara bendera adalah kegiatan rutin yang kami laksanakan dengan tujuan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan kedisiplinan pada siswa. Namun, keselamatan adalah prioritas utama, terutama dengan kondisi hujan lebat yang bisa menyebabkan risiko,” ujar Bapak Kepala Sekolah.
Siswa dan guru yang sudah berkumpul di lapangan terpaksa kembali ke kelas masing-masing setelah pengumuman pembatalan upacara. Meski demikian, mereka tetap diminta untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar seperti biasa.
Ini bukanlah pertama kalinya upacara bendera di Sekolah Puncak dibatalkan karena faktor cuaca. Sebelumnya, pada beberapa kesempatan, hujan deras juga mengganggu jalannya upacara. Namun, pihak sekolah berupaya untuk tetap melaksanakan kegiatan ini pada hari lain agar tidak mengurangi nilai-nilai yang ingin ditanamkan.
Beberapa orang tua siswa mengungkapkan rasa pengertian mereka terhadap kondisi yang terjadi. Salah satu orang tua dari salah satu siswa kelas 8, mengatakan, “Memang sayang kalau upacara bendera tidak bisa dilaksanakan, tapi yang penting anak-anak tetap aman. Semoga minggu depan cuaca lebih bersahabat.”
Pihak sekolah berkomitmen untuk terus berupaya mencari solusi agar upacara bendera tetap dapat dilaksanakan secara maksimal meskipun terkadang cuaca tidak mendukung. Bagi sekolah, ini adalah bagian dari proses pembelajaran tentang kedisiplinan dan kebersamaan yang tetap dijunjung tinggi meski dalam kondisi yang menantang.