Semarak Ramadhan, SMP Negeri 12 Kota Bima Integrasikan Ibadah dan KBM

Kota Bima – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, SMP Negeri 12 Kota Bima (Sekolah Puncak) melaksanakan rangkaian kegiatan Ramadhan yang terintegrasi dengan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Program ini dirancang agar pembinaan karakter dan peningkatan spiritual siswa tetap berjalan tanpa mengabaikan proses pembelajaran akademik.

Kegiatan berlangsung selama dua minggu (Senin–Sabtu) dengan prinsip utama, KBM tetap berjalan sesuai jadwal mata pelajaran inti. Namun demikian, durasi jam pelajaran dipersingkat menjadi 25–30 menit per jam agar siswa tetap fokus dan tidak kelelahan selama menjalankan ibadah puasa. Kegiatan Ramadhan dilaksanakan sebelum, di sela, maupun setelah KBM sebagai bentuk penguatan karakter dan pembiasaan ibadah.

Setiap pagi, sebelum pembelajaran dimulai, siswa mengikuti tadarus Al-Qur’an selama 10–15 menit di kelas masing-masing dengan pendampingan guru mata pelajaran jam pertama. Kegiatan ini menjadi rutinitas harian yang bertujuan menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta membangun suasana religius di lingkungan sekolah.

Setelah sesi KBM berlangsung, kegiatan ditutup dengan kultum (kuliah tujuh menit) yang disampaikan oleh siswa dan guru secara bergiliran. Tema kultum meliputi akhlak, disiplin, adab pelajar, serta nilai-nilai keislaman yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Khusus hari Jumat, kegiatan diawali dengan shalat Dhuha berjamaah di musholla sekolah sebagai pengganti program Imtaq, kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dari guru.

Memasuki minggu kedua, suasana Ramadhan semakin semarak dengan pelaksanaan Festival Ramadhan yang diisi berbagai lomba dan kegiatan religius. Selain itu, sekolah juga mengadakan bakti sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Peringatan Nuzulul Qur’an turut menjadi momentum refleksi bagi seluruh warga sekolah sebelum akhirnya kegiatan ditutup dengan evaluasi bersama.

Kepala SMP Negeri 12 Kota Bima, Syumardi, S.E., menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam membentuk generasi yang berkarakter dan religius.

“Ramadhan adalah momentum terbaik untuk membina akhlak dan spiritual siswa. Kami ingin memastikan, pembelajaran akademik tetap berjalan, namun nilai-nilai keagamaan juga semakin kuat tertanam dalam diri peserta didik,” ujarnya.

Senada dengan itu, Wakasek Kesiswaan, Hidayaturrahman, S.Pd.Gr., menegaskan, program ini dirancang agar siswa tetap produktif dan disiplin selama Ramadhan.

“Kegiatan ini tidak menggantikan KBM, tetapi memperkuat pembiasaan ibadah dan karakter siswa. Melalui tadarus, kultum, jurnal Ramadhan, hingga Festival Ramadhan, kami berharap siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik,” jelasnya.

Dengan konsep pelaksanaan yang terstruktur dan terintegrasi, kegiatan Ramadhan di Sekolah Puncak diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang religius, kondusif, dan bermakna bagi seluruh warga sekolah.