7 Langkah membangun Karakteristik Peserta Didik

Selain peran orang tua, membangun karakter anak merupakan salah satu tanggung jawab penting bagi sekolah. Namun, meski sekolah memberi pendidikan karakter dengan menanamkan nilai-nilai yang baik pada diri anak, orangtua tetap memegang peran utama dalam pengembangan karakter anak.
Karakter anak dapat berkembang melalui interaksi dengan keluarga, teman, maupun masyarakat. Namun bukan hanya itu, temperamen, pengalaman, dan pilihan yang dimiliki anak pun memengaruhi hal tersebut. Akan tetapi, sebagai salah satu pihak yang memiliki ikatan terdekat dengan anak, pendidik memiliki kewajiban dalam mengajarkan dan memberi contoh yang baik pada anak. Beberapa hal yang dilakukan untuk membentuk karakter anak dengan baik, yaitu:
1. BE A MODEL
Pendidi yang menunjukkan kualitas karakter yang baik dapat menanamkan nilai-nilai tersebut pada anak sehingga mereka ingin menirunya. Ketika Anda bersikap baik, seperti halnya jujur, dapat dipercaya, adil, penuh kasih sayang, dapat menghormati, peduli pada sesama, dan sebagainya, anak akan melihat dan memerhatikan hal tersebut. Anak pun akan berpikir bahwa perilaku tersebut dapat membawa kebahagiaan dan kedamaian bagi keluarga sehingga mencoba menanamkannya dalam diri mereka sendiri.
2. TRY TO EMPHATY
Menunjukkan empati pada anak dapat memungkinkan pendidik untuk mengajarkan semua nilai karakter yang dimilikinya pada anak. Ketika anak merasa bahwa gurunya memahami dan sangat memerhatikannya, maka mereka akan memiliki motivasi untuk mempelajari nilai dan karakter yang di ajarkan. Bantu pula peserta didik untuk mengembangkan rasa empati dalam dirinya sehingga mereka dapat belajar memahami kondisi orang lain, dan berbagi pada sesama. Hal ini tentu akan sangat mulia untuk dilakukan.
3. CHOOSE A MOMENT
Dalam membangun karakter anak, suatu momen yang baik juga diperlukan. Misalnya, ketika anak melanggar aturan yang di terapkan, maka guru dapat menerapkan konsekuensi yang adil. Anak pun akan belajar untuk bertanggung jawab dan disiplin sehingga momen ini dapat menjadi cara untuk membuat karakter baiknya terbentuk. Akan tetapi, pastikan memberitahu anak tentang kesalahannya dan apa yang harus dilakukan untuk memperbaikinya. Pikirkan pula nilai-nilai apa yang ingin diterapkan, dan jangan sampai memberi konsekuensi yang terlalu berat pada anak.
4. BE AN INSPIRATOR
Guru dapat menggunakan suatu cerita untuk mengajarkan pelajaran moral pada anak. Di momen ini, seorang guru dapat menanamkan rasa cinta tanah air dan bangga menjadi bangsa Indonesia pada anak. Selain itu, menceritakan kisah-kisah tentang kehidupan juga dapat memberi pelajaran mengenai nilai-nilai dan etika pada anak. Mengajak anak berdiskusi mengenai cerita yang memiliki pesan moral juga dapat memperkuat nilai yang diajarkan. Sebaliknya ketika anak bercerita, seperti mengenai kehidupannya di sekolah ataupun temannya, dengarkan dan berilah respons yang baik. Komunikasi dua arah dengan cara menarik seperti ini dapat membuat anak tertarik untuk mempelajari dan membangun karakter yang baik.
5. GIVE YOUR PROUD
Menunjukkan rasa bangga pada anak dapat membantu mengembangkan harga dirinya sehingga anak tidak menjadi orang yang gugup atau penakut. Katakanlah bahwa Anda bangga padanya setiap kali ia menerapkan perilaku positif. Hal ini akan membuat anak terhindar dari karakter-karakter buruk. Selain itu, jika anak belum mampu menunjukkan sisi terbaiknya, misalnya dalam hal pelajaran di sekolah, maka Anda harus tetap menghargai dan mendukungnya.
6. MAKE CONTROL
Mengajari anak mengendalikan diri merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter anak. Kemampuan dalam mengendalikan diri akan memengaruhi pilihan dan pemikirannya hingga dewasa kelak. Dalam membantu anak mengendalikan diri, kita dapat mengajarkannya melakukan self-talk. Ketika melakukan self-talk, anak harus mengingatkan dirinya sendiri untuk tidak bereaksi secara berlebihan terhadap suatu hal, tidak menyalahkan orang lain atas kesalahannya, dan selalu berpikir sebelum bertindak sehingga mereka dapat mengendalikan tindakannya.
7. GIVE A CHANCE TO TRY
Anak tentu harus mempraktikkan apa yang dipelajarinya, termasuk mengenai pembentukan karakter. Tak hanya sekedar melihat dan mendengar apa yang diajarkan oleh orangtua atau guru, anak juga membutuhkan pengalaman langsung untuk menghasilkan karkaternya sendiri. Misalnya, ketika anak memiliki kesempatan untuk membuat keputusan maka bantulah dia melihat hal positif dan mengambil tindakan. Ini dapat membantunya untuk memperkuat karakter yang mereka bangun. Terkadang mungkin sulit untuk melakukannya, namun pastikan kita selaku pendidik membantu anak.