Tahun Pelajaran 2026/2027, "JAGU" Siap Sambut Peserta Didik Baru
Kota Bima – Sekolah Puncak (SMPN 12 Kota Bima) secara resmi meluncurkan maskot Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 yang diberi nama JAGU (Jagung Unggul). Maskot ini dihadirkan sebagai simbol semangat, karakter, dan identitas peserta didik baru dalam mengikuti rangkaian MPLS di SMPN 12 Kota Bima.
Peluncuran maskot JAGU menjadi bagian dari komitmen Sekolah Puncak untuk menghadirkan kegiatan MPLS yang Ramah, edukatif, menyenangkan, serta mampu menanamkan nilai-nilai karakter kepada seluruh peserta didik baru sejak hari pertama mereka memasuki lingkungan sekolah.
Nama JAGU merupakan akronim dari Jagung Unggul. Pemilihan jagung sebagai maskot bukan tanpa alasan. Jagung memiliki filosofi yang menggambarkan peserta didik SMPN 12 Kota Bima sebagai generasi yang terus bertumbuh, berprestasi, dan memiliki karakter yang kuat.
Maskot JAGU membawa empat makna utama. Pertama, pertumbuhan, sebagaimana jagung yang tumbuh dari benih hingga menghasilkan buah, peserta didik diharapkan berkembang dalam ilmu pengetahuan, karakter, dan prestasi. Kedua, kebersamaan, yang digambarkan melalui susunan biji jagung yang rapi sebagai simbol persatuan, gotong royong, dan saling menghargai.
Ketiga, ketangguhan, karena jagung mampu tumbuh di berbagai kondisi sehingga melambangkan semangat pantang menyerah dalam menghadapi tantangan. Keempat, kemanfaatan, sebab jagung memberikan manfaat bagi banyak orang sebagaimana peserta didik diharapkan menjadi pribadi yang berguna bagi keluarga, sekolah, masyarakat, bangsa, dan negara.
Pada tampilan maskot tahun ini, JAGU hadir dengan desain yang penuh makna. Wajah ceria mencerminkan semangat dan antusiasme dalam menyambut lingkungan sekolah yang baru. Tas sekolah yang dikenakan melambangkan kesiapan untuk belajar dan meraih prestasi. Seragam sekolah menjadi simbol kedisiplinan sekaligus kebanggaan sebagai bagian dari keluarga besar SMPN 12 Kota Bima.
Sementara itu, tangan yang melambai menggambarkan sikap ramah, santun, serta menghargai sesama. Kulit jagung berwarna hijau melambangkan harapan, kesegaran, dan pertumbuhan karakter yang positif bagi seluruh peserta didik.
Selain menjadi ikon MPLS, JAGU juga membawa empat nilai utama yang menjadi pedoman bagi peserta didik, yaitu Jujur, Aktif, Gigih, dan Unggul. Nilai-nilai tersebut diharapkan mampu membentuk karakter pelajar yang berintegritas, bersemangat dalam belajar, pantang menyerah, dan mampu berprestasi di berbagai bidang.
Kepala SMPN 12 Kota Bima, Syumardi, S.E. mengatakan, peluncuran maskot JAGU bukan sekadar menghadirkan simbol baru dalam kegiatan MPLS, tetapi juga menjadi media untuk menanamkan karakter positif kepada seluruh peserta didik baru.
"Maskot JAGU kami hadirkan sebagai representasi semangat peserta didik SMPN 12 Kota Bima. Kami ingin sejak hari pertama masuk sekolah, anak-anak sudah diperkenalkan dengan nilai-nilai kejujuran, keaktifan, kegigihan, dan semangat untuk menjadi unggul. Harapan kami, JAGU tidak hanya menjadi ikon MPLS, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus bertumbuh, berprestasi, dan saling menguatkan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan," ujar Syumardi.
Ia menambahkan bahwa MPLS Tahun Pelajaran 2026/2027 dirancang sebagai kegiatan yang ramah anak, bebas dari perundungan, serta berorientasi pada penguatan karakter, pengenalan budaya sekolah, dan pembentukan lingkungan belajar yang inklusif.
"Melalui MPLS ini kami ingin memastikan setiap peserta didik baru merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar SMPN 12 Kota Bima. Mereka harus merasakan bahwa sekolah adalah rumah kedua yang aman untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi terbaiknya," tambahnya.
Melalui peluncuran maskot JAGU, Sekolah Puncak berharap kegiatan MPLS Tahun Pelajaran 2026/2027 dapat menjadi pengalaman pertama yang berkesan bagi peserta didik baru sekaligus menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang positif, aman, dan inklusif.
Peluncuran maskot ini juga memperkuat komitmen Sekolah Puncak dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang berpihak kepada peserta didik melalui slogan:
"Sekolah Aman, Anak Nyaman, Belajar Menyenangkan."