Sri Anisa dan Tantangan One Take Shoot dalam Lomba Dongeng CBP Rupiah
Kota Bima – Salah satu siswa SMPN 12 Kota Bima (Sekolah Puncak) turut berpartisipasi dalam Lomba Dongeng Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya mencintai, membanggakan, dan memahami Rupiah sebagai mata uang negara Indonesia.
Dalam lomba tersebut, siswi kelas VII, Sri Anisa, dipercaya menjadi perwakilan sekolah untuk menyampaikan dongeng edukatif yang mengangkat nilai-nilai CBP Rupiah. Melalui cerita yang dibawakannya, Sri Anisa berupaya mengajak masyarakat, khususnya pelajar, untuk lebih mengenal fungsi dan pentingnya menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.
Proses persiapan lomba tidak berjalan mudah. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi tim adalah ketentuan pengambilan video yang harus dilakukan dengan metode one take shoot atau tanpa pemotongan adegan. Kondisi ini membuat proses perekaman harus diulang berkali-kali agar menghasilkan video yang sesuai dengan kriteria lomba.
"Kendala terbesar kami adalah saat pengambilan video. Karena harus dilakukan dalam satu kali pengambilan atau one take shoot, setiap kesalahan kecil mengharuskan kami mengulang dari awal. Total pengambilan video mencapai lebih dari 40 kali sebelum mendapatkan hasil yang terbaik," ujar tim penbina, Mr. Yats
Kepala Sekolah Puncak, Syumardi, S.E., mengapresiasi semangat dan kerja keras siswa yang telah berpartisipasi dalam ajang tersebut.
"Kami sangat bangga atas keberanian dan dedikasi Sri Anisa dalam mengikuti Lomba Dongeng CBP Rupiah. Kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan bercerita, tetapi juga menanamkan pemahaman tentang pentingnya Rupiah kepada generasi muda. Meski menghadapi berbagai kendala teknis saat proses pembuatan video, semangat tim tidak pernah surut hingga berhasil menyelesaikan karya yang dikirimkan," ujar Syumardi.
Sementara itu, Sri Anisa mengaku senang mendapatkan kesempatan untuk mewakili sekolah dalam lomba tersebut meskipun proses persiapannya cukup menantang.
"Awalnya saya merasa gugup karena harus berbicara panjang dalam satu kali pengambilan video. Kami berkali-kali mengulang karena ada bagian yang lupa atau kurang sesuai. Walaupun capek, saya tetap semangat karena ingin memberikan hasil terbaik untuk sekolah. Saya juga jadi lebih memahami arti mencintai, bangga, dan paham Rupiah," ungkap Sri Anisa, siswi kelas VII Sekolah Puncak.
Melalui keikutsertaan dalam Lomba Dongeng CBP Rupiah ini, Sekolah Puncak berharap dapat terus mendorong siswa untuk berprestasi sekaligus meningkatkan literasi keuangan dan pemahaman tentang Rupiah sejak usia dini. Kegiatan tersebut juga menjadi pengalaman berharga yang melatih kreativitas, kepercayaan diri, serta kemampuan komunikasi siswa dalam menyampaikan pesan edukatif kepada masyarakat.