Sekolah Puncak Siapkan Perpisahan Bernuansa Budaya Bima

Kota Bima – SMP Negeri 12 Kota Bima (Sekolah Puncak) berencana melaksanakan kegiatan pelepasan siswa kelas IX Tahun Pelajaran 2025/2026 dengan mengusung tema “Local Wisdom” atau kearifan lokal sebagai upaya menanamkan kecintaan peserta didik terhadap budaya daerah sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Bima.

Kegiatan yang akan dilaksanakan di lingkungan sekolah tersebut dirancang berbeda dari sekolah lainnya. Seluruh konsep acara, mulai dari dekorasi hingga konsumsi, akan menonjolkan nilai-nilai budaya lokal Bima yang sarat dengan makna kebersamaan, kesederhanaan, dan penghormatan terhadap warisan leluhur.

Panitia telah menyiapkan berbagai ornamen khas Bima untuk mempercantik lokasi acara. Dekorasi panggung akan memadukan motif tenun tradisional Bima (tembe nggoli), hiasan bambu, anyaman, serta elemen dekoratif bernuansa alam yang mencerminkan kekayaan budaya dan kearifan masyarakat lokal. Para siswa juga didorong untuk mengenakan busana adat atau busana yang memadukan unsur budaya Bima sebagai bentuk apresiasi terhadap identitas daerah.

Tidak hanya pada aspek dekorasi, nuansa kearifan lokal juga akan dihadirkan melalui sajian konsumsi yang mengutamakan kuliner tradisional khas Bima. Berbagai makanan dan minuman lokal akan disajikan kepada tamu undangan, orang tua siswa, serta seluruh peserta kegiatan sebagai upaya memperkenalkan dan melestarikan cita rasa daerah kepada generasi muda.

Ketua Panitia Pelepasan Siswa Kelas IX, Hidayaturrahman, S.Pd. menjelaskan, tema Local Wisdom dipilih karena memiliki nilai edukatif yang kuat bagi peserta didik.

“Pelepasan siswa bukan hanya seremoni perpisahan, tetapi juga momentum untuk menanamkan kebanggaan terhadap budaya daerah. Melalui konsep Local Wisdom, kami ingin memberikan pengalaman yang berkesan sekaligus mengingatkan siswa bahwa mereka memiliki warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan dengan memanfaatkan unsur-unsur lokal juga menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan masyarakat sekitar yang terlibat dalam penyediaan dekorasi maupun konsumsi.

Sementara itu, Kepala SMPN 12 Kota Bima, Syumardi, S.E., menyambut baik inisiatif panitia yang mengangkat tema kearifan lokal dalam kegiatan pelepasan siswa tahun ini.

“Sekolah memiliki tanggung jawab tidak hanya mengembangkan aspek akademik, tetapi juga membentuk karakter peserta didik yang mencintai budaya dan lingkungannya. Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa semakin memahami nilai-nilai budaya Bima dan menjadikannya sebagai bagian dari jati diri mereka di masa depan,” ungkap Syumardi.

Ia menambahkan bahwa konsep tersebut sejalan dengan implementasi pendidikan karakter dan penguatan profil pelajar yang menghargai keberagaman budaya serta memiliki rasa bangga terhadap identitas lokal.

Rencananya, kegiatan pelepasan siswa kelas IX SMPN 12 Kota Bima akan melibatkan seluruh warga sekolah, komite sekolah, orang tua siswa, serta berbagai unsur masyarakat. Dengan mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal, acara ini diharapkan menjadi momentum yang berkesan bagi para lulusan sekaligus menjadi contoh nyata bagaimana sekolah dapat berperan dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah di tengah arus modernisasi.


(Humas SMPN 12 Kota Bima)