Guru Sekolah Puncak Siap Ikuti Sayembara Penulisan Cerita Anak Dwibahasa yang Diadakan oleh Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat Tahun 2025

Kota Bima, 2 Maret 2025 – Seorang guru di Sekolah Puncak (SMPN 12 Kota Bima), Nusa Tenggara Barat, siap mengikuti sayembara penulisan cerita anak dwibahasa yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat pada tahun 2025. Sayembara ini bertujuan untuk menggali potensi penulis lokal dalam mengembangkan literasi anak-anak dengan menggunakan bahasa daerah serta bahasa Indonesia.
Guru yang dimaksud, bernama Bapak Hidayaturrahman, S.Pd.Gr. (Mr. Yats), merupakan seorang pendidik yang memiliki dedikasi tinggi dalam dunia pendidikan. Selain mengajar di Sekolah Puncak, Mr. Yats juga dikenal penggiat literasi yang memiliki minat besar dalam melestarikan budaya dan bahasa daerah. Menurutnya, sayembara ini merupakan kesempatan emas untuk menggabungkan kecintaannya pada dunia pendidikan dengan upaya pelestarian bahasa daerah melalui karya sastra.
"Saya merasa bangga bisa ikut serta dalam sayembara ini. Selain sebagai ajang untuk berkarya, ini juga merupakan peluang untuk mengenalkan kepada anak-anak bahwa bahasa daerah kita memiliki nilai yang sangat berharga," ujar Mr. Yats di kediamannya.
Sayembara ini juga memiliki nilai penting karena akan melibatkan dua bahasa, yakni bahasa Indonesia dan bahasa daerah, yang tentunya akan memberikan nilai tambah bagi anak-anak dalam memperkaya wawasan bahasa mereka. Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat berharap dengan adanya lomba ini, dapat semakin memperkenalkan keberagaman budaya dan bahasa yang ada di NTB, serta memotivasi lebih banyak penulis lokal untuk berpartisipasi dalam pengembangan literasi anak.
Pihak sekolah pun sangat mendukung langkah Mr. Yats dalam mengikuti sayembara ini. Kepala Sekolah Puncak, Bapak Muhamad Ali Akbar, S.Pd., menyampaikan dukungannya dengan berharap karya Mr. Yats dapat menginspirasi guru-guru lainnya untuk lebih kreatif dalam mengajarkan materi kepada siswa, serta memperkenalkan lebih banyak cerita lokal yang kaya akan nilai-nilai budaya.
"Ini adalah contoh nyata dari guru yang tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga berkontribusi dalam dunia literasi. Kami sangat mendukung langkah Mr. Yats dan berharap lebih banyak guru di sini yang juga bisa terinspirasi untuk ikut serta dalam kegiatan serupa," kata Bapak Kepala Sekolah.
Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat berharap bahwa melalui sayembara ini, bisa lahir lebih banyak karya kreatif yang bermanfaat untuk pendidikan anak-anak di NTB, khususnya dalam mengenalkan mereka pada keberagaman bahasa dan budaya yang ada di daerah tersebut.
Mr. Yats sendiri berharap dapat membawa pulang prestasi dalam sayembara ini dan lebih lanjut menginspirasi banyak anak untuk mencintai dunia sastra. "Saya ingin karya ini dapat memberikan pesan positif kepada anak-anak bahwa setiap cerita, baik itu dalam bahasa Indonesia maupun bahasa daerah, memiliki nilai yang tak ternilai," tambahnya.
Sayembara penulisan cerita anak dwibahasa ini akan dilaksanakan pada bulan Maret 2025 dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Barat. Diharapkan, karya-karya yang terpilih dapat menjadi bahan bacaan yang menyenangkan sekaligus mendidik bagi anak-anak di NTB.